Archive for the 'Stroke' Category

http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0710/05/102100.htm

Asam asetil salisilat (ASA) atau bahan aktif aspirin dalam dosis rendah diketahui mampu mencegah kejadian awal serangan penyakit jantung dan stroke. Dengan formula terbaru tersebut diharapkan bisa menekan jumlah penderita penyakit kardiovaskuler yang saat ini telah menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia.

Menurut Ketua Bagian Penerangan dan Penyuluhan Masyarakat Yayasan Jantung Indonesia, Dr. Jetty Setywan, berbagai penelitian telah membuktikan terapi aspirin dosis rendah (100mg) dapat mengurangi risiko gangguan serangan jantung pertama sebesar 32 persen dan risiko gangguan serangan jantung, stroke dan gangguan pembuluh darah hingga 15 persen.

Studi internasional ARRIVE (Aspirin to Reduce Risk of Initial Vascular Events) meneliti kemampuan ASA di lima negara selama lima tahun terhadap 12.000 orang berisiko sedang, untuk menguji manfaat ASA dosis rendah dalam mengurangi serangan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) serta serebrovaskuler (pembulu darah di kepala). Setiap responden diberi ASA dosis rendah dan dilihat kapan kejadian pertama serangan jantung atau store. Ternyata ASA mampu mencegah 25 persen kejadian awal kardiovaskuler.

Menurut Jetty, mengonsumsi aspirin dosis rendah tiap hari dapat mencegah serangan kardiovaskuler pada orang yang belum pernah terkena stroke atau serangan jantung serta penyumbatan darah di kepala. Sedangkan bagi orang yang telah terkena jantung atau stroke diharuskan mengonsumsi Aspirin dosis rendah.

Meski begitu konsumsi ASA dosis rendah tetap harus berhati-hati karena memiliki dampak mengiritasi lambung, terlebih pada penderita sakit maag berat.M2/An)

Sumber http://perempuan.com/index.php?ar_id=8206

Dibuat minuman atau dijadikan campuran untuk aneka makanan, cokelat memang lezat. Tak hanya lezat, cokelat ternyata juga berkhasiat untuk kesehatan. Hasil penelitian Dr Norman Hollenberg, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS) menunjukkan, salah satu zat aktif dalam cokelat yakni epicatechin mampu menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, stroke, dan diabetes mellitus.

Kesimpulan ini diperoleh setelah Hollenberg meneliti kebiasaan minum cokelat di kalangan masyarakat Kuna di Panama. Asal tahu saja, cokelat adalah satu-satunya jenis minuman yang mereka nikmati sejak bayi hingga ajal menjemput. Setiap pekannya, mereka rata-rata minum sekitar 40 cangkir cokelat. Kebiasaan ini berdampak positif.

Tingkat kejadian stroke, penyakit jantung, kanker dan diabetes di antara mereka terbilang rendah yaitu kurang dari 10 persen. Angka harapan hidup masyarakat Kuna juga lebih tinggi dibanding kelompok masyarakat Panama lainnya. ”Selain itu, hampir tidak ada orang Kuna yang mengalami kepikunan (demensia). Juga jarang sekali orang Kuna yang menderita hipertensi,” kata Hollenberg.

Epicatechin sendiri adalah salah satu jenis flavonoid yang juga ditemukan pada teh, wine, dan beberapa jenis sayuran serta buah-buahan. Di dalam tubuh, zat aktif ini diyakini mampu meningkatkan nitric oxide di dalam darah. Peningkatan nitric oxide ini akan membantu melenturkan pembuluh darah dan memperbaiki aliran darah.

Epicatechin juga berperan sebagai antioksidan yang mampu melumpuhkan radikal bebas. Karena itu, masuk akal bila epicatechin bisa menurunkan risiko kanker. (yz)