Payudara selain merupakan organ kewanitaan yang bersifat vital juga merupakan organ yang memegang peranan penting dalam perkembangbiakkan manusia. Tak heran jika para perempuan di seluruh dunia menjaga organ yang satu ini sebaik mungkin agar terhindar dari segala macam penyakit. Tak terkecuali dari serangan kanker.
Studi terbaru pencegahan kanker payudara hadir dari para peneliti Australia. Mereka mengasumsikan bahwa dengan mengkonsumsi Pil KB atau Pil Pencegah Kehamilan di usia yang relatif muda dapat mengurangi risiko serangan kanker payudara.
Mengkonsumsi Pil KB rutin selama 12 bulan, risiko terkena serangan kanker payudara pun menjadi berkurang. Terlebih bagi perempuan muda yang memiliki gen BRCA1 sebanyak 10%-20%, seperti yang mereka laporkan di The Sydney Morning Herald dan dikutip dari ediets.com.
Hasil studi yang melibatkan 2000 perempuan berusia di bawah 40 tahun ini, memiliki kesempatan bagi perempuan terhindar kanker payudara. Kenyataan ini telah dipublikasikan dalam Jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention.
Sedangkan menurut studi yang dilakukan oleh AUS tahun lalu yang melibatkan 160.000 perempuan, menemukan bahwa Pil KB tersebut tidak menimbulkan kanker payudara dan malahan dapat mengurangi risiko terkena kanker rahim.
“Jika penelitian ini membuahkan hasil yang baik, akan menjadi langkah besar untuk menyelamatkan para perempuan yang memiliki risiko genetik tinggi terkena kanker payudara dan kanker rahim,” ujar Professor John Hopper, pimpinan penelitian ini, seperti dikutip dari IDI.
Tapi bagaimana pun juga sampai hasil penelitian tersebut terbukti benar ke-validitasannya, studi mengenai Pil KB ini masih dikategorikan sebagai hasil penelitian yang prematur.
Pil KB belum bisa dipastikan mencegah kanker payudara dan kanker rahim bagi perempuan dengan genetik BRCA1. Hal ini memang sangat penting bagi kaum perempuan di negeri Kangguru tersebut, karena 1 dari 500 perempuan Australia memiliki gen tersebut, dengan risiko terkena kanker payudara sebesar 60%. (cy)
Sumber http://www.perempuan.com/index.php?ar_id=4990
Archive for the 'Kanker' Category
Vaksin Kanker Rahim Hadir di Indonesia
Minggu, 24 Juni 2007 13:49 WIB
Penulis: Cornelius Eko Susanto
JAKARTA–MIOL: Upaya memerangi masalah kanker leher rahim (kanker serviks) di Indonesia akan makin terbantu dengan mulai diedarkannya vaksin Human Papiloma Virus (HPV-virus penyebab kanker) yang segera dapat diakses oleh masyarakat di Tanah Air.
“Vaksin ini mulai masuk ke Indonesia sejak 6 Juni 2007 lalu. Jadi masih sangat baru sekali,” ujar dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RS Brawijaya Women and Children dr Nugroho Kampono dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (24/6).
Namun, diakui oleh Nugroho, harga vaksin itu saat ini masih teramat mahal. Untuk sekali suntik, biayanya berkisar antara Rp900 ribu-Rp1 juta. Penyuntikan sendiri harus diulang pada bulan ke dua setelah suntikan pertama dan enam bulan kemudian.
“Jadi kisarannya, untuk tiga kali paket suntikan biayanya bisa mencapai Rp3,5 juta lebih. Ini belum termasuk ongkos dokter dan lainya,” ungkapnya.
Namun, Nugroho mengatakan dalam 3 hingga 4 tahun ke depan kemungkinan harga vaksin sudah lebih murah dan terjangkau. Contohnya vaksin Hepatitis B yang awal diluncurkan, harganya sangat menjulang namun perlahan turun.
Mahalnya harga, menurut Nugroho lebih disebabkan karena ini merupakan vaksin yang masih baru dan dikembangkan sejak 15 tahun lalu serta dan mulai dipergunakan pada manusia sekitar satu tahun lalu.
Vaksin yang masuk ke Indoensia adalah jenis vaksin Quadrivalent HPV, yang dapat memberikan kekebalan pada HPV tipe 6, 11, 16 dan 18. Walau saat ini diketahui ada 120 jenis HPV, hampir 90% kanker serviks disebabkan oleh empat tipe yang ter-cover oleh vaksin quadrivalen tersebut.
Nugroho menambahkan pemberian vaksin akan bermanfaat bila diberikan pada perempuan usia 16 hingga 29 tahun atau terutama pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual.
“Jadi bila diberikan pada wanita dewasa, yang elah menikah, efeknya hampir tidak ada,” tandas Nugroho.
Menjawab pers, dirinya mengakui, vaksin ini belum pernah diujikan secara klinis pada manusia di Indonesia. Namun dirinya menjamin, vkasin ini aman dan tidak ada efek samping bila digunakan, pasalnya, vaksin ini juga telah dipakai di Singapura, Thailand dan Malaysia. (Tlc/OL-06)
Sumber : http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=136330
Sumber http://perempuan.com/index.php?ar_id=8206
Dibuat minuman atau dijadikan campuran untuk aneka makanan, cokelat memang lezat. Tak hanya lezat, cokelat ternyata juga berkhasiat untuk kesehatan. Hasil penelitian Dr Norman Hollenberg, peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS) menunjukkan, salah satu zat aktif dalam cokelat yakni epicatechin mampu menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, stroke, dan diabetes mellitus.
Kesimpulan ini diperoleh setelah Hollenberg meneliti kebiasaan minum cokelat di kalangan masyarakat Kuna di Panama. Asal tahu saja, cokelat adalah satu-satunya jenis minuman yang mereka nikmati sejak bayi hingga ajal menjemput. Setiap pekannya, mereka rata-rata minum sekitar 40 cangkir cokelat. Kebiasaan ini berdampak positif.
Tingkat kejadian stroke, penyakit jantung, kanker dan diabetes di antara mereka terbilang rendah yaitu kurang dari 10 persen. Angka harapan hidup masyarakat Kuna juga lebih tinggi dibanding kelompok masyarakat Panama lainnya. ”Selain itu, hampir tidak ada orang Kuna yang mengalami kepikunan (demensia). Juga jarang sekali orang Kuna yang menderita hipertensi,” kata Hollenberg.
Epicatechin sendiri adalah salah satu jenis flavonoid yang juga ditemukan pada teh, wine, dan beberapa jenis sayuran serta buah-buahan. Di dalam tubuh, zat aktif ini diyakini mampu meningkatkan nitric oxide di dalam darah. Peningkatan nitric oxide ini akan membantu melenturkan pembuluh darah dan memperbaiki aliran darah.
Epicatechin juga berperan sebagai antioksidan yang mampu melumpuhkan radikal bebas. Karena itu, masuk akal bila epicatechin bisa menurunkan risiko kanker. (yz)
