Vaksin Kanker Rahim Hadir di Indonesia
Minggu, 24 Juni 2007 13:49 WIB
Penulis: Cornelius Eko Susanto
JAKARTA–MIOL: Upaya memerangi masalah kanker leher rahim (kanker serviks) di Indonesia akan makin terbantu dengan mulai diedarkannya vaksin Human Papiloma Virus (HPV-virus penyebab kanker) yang segera dapat diakses oleh masyarakat di Tanah Air.
“Vaksin ini mulai masuk ke Indonesia sejak 6 Juni 2007 lalu. Jadi masih sangat baru sekali,” ujar dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RS Brawijaya Women and Children dr Nugroho Kampono dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (24/6).
Namun, diakui oleh Nugroho, harga vaksin itu saat ini masih teramat mahal. Untuk sekali suntik, biayanya berkisar antara Rp900 ribu-Rp1 juta. Penyuntikan sendiri harus diulang pada bulan ke dua setelah suntikan pertama dan enam bulan kemudian.
“Jadi kisarannya, untuk tiga kali paket suntikan biayanya bisa mencapai Rp3,5 juta lebih. Ini belum termasuk ongkos dokter dan lainya,” ungkapnya.
Namun, Nugroho mengatakan dalam 3 hingga 4 tahun ke depan kemungkinan harga vaksin sudah lebih murah dan terjangkau. Contohnya vaksin Hepatitis B yang awal diluncurkan, harganya sangat menjulang namun perlahan turun.
Mahalnya harga, menurut Nugroho lebih disebabkan karena ini merupakan vaksin yang masih baru dan dikembangkan sejak 15 tahun lalu serta dan mulai dipergunakan pada manusia sekitar satu tahun lalu.
Vaksin yang masuk ke Indoensia adalah jenis vaksin Quadrivalent HPV, yang dapat memberikan kekebalan pada HPV tipe 6, 11, 16 dan 18. Walau saat ini diketahui ada 120 jenis HPV, hampir 90% kanker serviks disebabkan oleh empat tipe yang ter-cover oleh vaksin quadrivalen tersebut.
Nugroho menambahkan pemberian vaksin akan bermanfaat bila diberikan pada perempuan usia 16 hingga 29 tahun atau terutama pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual.
“Jadi bila diberikan pada wanita dewasa, yang elah menikah, efeknya hampir tidak ada,” tandas Nugroho.
Menjawab pers, dirinya mengakui, vaksin ini belum pernah diujikan secara klinis pada manusia di Indonesia. Namun dirinya menjamin, vkasin ini aman dan tidak ada efek samping bila digunakan, pasalnya, vaksin ini juga telah dipakai di Singapura, Thailand dan Malaysia. (Tlc/OL-06)
Sumber : http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=136330
« Riwayat Singkat Guru Agung Buddha Sakyamuni | Pil KB Cegah Kanker Payudara »
