Archive for September 2007

Tahukah bagaimana rasanya sakit gigi? Bila gigi sudah sakit, maka kepala juga ikut sakit, makan juga tidak enak, tidur juga tidak bisa.

Obat-obat pereda rasa sakit sudah sering aku pakai. Sampai disuatu waktu obat-obat tersebut tidak dapat mengatasi lagi rasa sakit gigi ini.

Iseng-iseng aku baca-baca buku tentang refleksi kaki. Aku cari dimana titik refleksi untuk mengurangi/menghilangkan rasa sakit gigi. Letaknya adalah di jempol kaki, persisnya terletak daerah diatas kuku.

Setelah menemukan tempatnya, aku pijat-pijat sendiri. Lama kelamaan rasa sakit makin berkurang. Karena pijat sendiri capai juga, maka aku coba pake koyo aku tempelkan didaerah diatas jempol, tentunya setelah digunting dulu menjadi kecil. Setelah berasa panasnya aku bantu dengan pijatan-pijatan ringan.

Hasilnya, sekarang aku hampir tidak pernah mengalami sakit gigi lagi. Kadang bila sempat aku pijat-pijat sendiri daerah tersebut meskipun sedang tidak sakit gigi. Aku juga sekarang rutin melakukan pijat relfeksi, setidaknya satu bulan sekali.

Bagi yang mempunyai sakit gigi, semoga artikel ini membantu mengurangi sakit gigi Anda.

Minum air tebu dingin saat terik matahari? Segar sekali. Murah bila beli dipinggiran jalan, namun bila sudah masuk ke mal atau plaza harganya bisa 4-5 kali lipat.

Namun tahukah bahwa tebu mumpunyai beberapa khasiat

  • Meredakan jantung berdebar
  • Sakit panas
  • Batuk

Pada perasan air tebu terdapat senyawa Saccharant yang ternyata berfungsi sebagai antidiabetes, maka untuk penderita diabet (kencing manis) bisa mengkonsumsi air perasan tebu, tetapi dilarang minum gula  walaupun gula merupakan hasil pemurnian dari tebu.

Sumber:

www.litbang.depkes.go.id

sehat.suaramerdeka.com

Hati-hati dengan cermin 2 arah. Begitulah email yang masuk ke inbox saya.

Cermin 2 arah adalah cermin dimana pada salah satu sisi dapat melihat sisi dibaliknya namun tidak berlaku sebaliknya.

Bila berada di tempat umum seperti toilet, kamar mandi, kamar hotel, ruang ganti pakaian dan lain lain, bila tidak yakin cermin yang berada disana adalah cermin biasa atau cermin 2 arah dan untuk mencegah dari perkosaan visual, maka ada beberapa tips dibawah ini untuk mendeteksinya.

Seperti dikutip dari http://www.ehow. com/how_2049755_ detect-2way- mirror.html ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mendeteksi cermin adalah cermin 2 arah atau bukan:
 
- Karena fungsinya juga sebagai jendela, cermin 2 arah umumnya menempel di dinding, cermin tidak digantung ditembok. Jika cermin digantung, kebanyakan bukan cermin 2 arah.

- Dekatkan wajah ke cermin dengan telapak tangan dikanan-kiri mata. Jika cermin adalah cermin 2 arah, maka tentu terlihat sesuatu pada sisi yang lain-kecuali tidak ada cahaya sama sekali di sisi tersebut.

- Matikan lampu. Cermin 2 arah hanya bekerja jika cahaya lebih terang pada sisi satunya. Dengan keadaan gelap, akan terlihat sisi yang lain. Membutuhkan beberapa saat bagi mata untuk menyesuaikan.

- Ketuk cermin. Cermin 2 arah akan berbunyi suara kosong seperti jendela karena ada ruang disisi yang lain. Cermin biasa akan bersuara padat.

 

Semoga bermanfaat dan selalu waspada bila berada di tempat-tempat umum.

Operator XL dengan iklannya yang hebat di televisi dengan tarif Rp.1/detik. Sebagai pengguna XL Anda sebaiknya hati-hati bahwa tarif tersebut terdapat embel-embelnya. Sebagai contoh di Jakarta bahwa tarif akan berubah menjadi Rp.10/detik untuk setiap kelipatan 10-12 menit.

Jadi kalau seseorang menelepon 22menit perhitungannya adalah:

1-2 Rp.10/detik

3-9 Rp.1/detik

10-12 Rp.10/detik

13-19 Rp.1/detik

20-22 Rp.10/detik

Dapat email dari teman, ceritanya begitu mengharukan. Email ini aku simpan untuk mengingatkanku betapa aku sangat menyayangi si kecil.

“Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman  dan pengajaran……  

          > Sebagai ibu kita patut juga menghalang  perbuatan suami kita   

          memukul especially pada anak2 yg masih kecil  dan tak tau apa2.        

          > Mengajar dgn cara memukul bukanlah cara terbaik,  mungkin sudah

          sampai waktunya untuk Institute kebajikan  educate org M’sia untuk praktikkan  konsep ‘time out” jika anak2  buat salah.                                   

          > rgds.kay                                                       

          > Sepasang suami isteri  - seperti pasangan lain di kota-kota    

          besar mninggalkan anak-anak  diasuh pembantu rumah semasa keluar     

          bekerja.                                                         

          > Anak tunggal pasangan  ini, perempuan berusia tiga setengah    

          tahun.                                                           

          > Bersendirian di rumah  dia kerap dibiarkan pembantunya yang    

          sibuk bekerja bermain  diluar,                                               

          > tetapi pintu pagar tetap dikunci.                              

          > Bermainlah dia  sama ada berayun-ayun di atas buaian yang      

          dibeli bapanya,ataupun  memetik bunga raya, bunga kertas dan lain-lain

          di halaman rumahnya.                                                     

          > Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun  mencoret  

          semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi kerana  lantainya      

          terbuat dari marmer,coretan                                                 

          > tidak kelihatan.  Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya…     

          kerana mobil itu bewarna  gelap, coretannya tampak jelas.Apa lagi           

          kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya. Hari itu bapak dan  ibunya bermotor ke tempat kerja kerana macet ada perayaan             

          >  Thaipusam.  

                                                 

          > Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke  sebelah 

          kiri mobil.                                                         

          > Dibuatnya gambar ibu dan  ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam,      

          kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung    

          tanpa disadari si pembantu rumah.                                                

          > Pulang petang itu, terkejut  pasangan itu melihat kereta yang  

          > baru setahun dibeli dengan  bayaran angsuran. Si bapak yang    

          > belum lagi masuk ke rumah ini pun  terus menjerit, “Kerjaan    

          siapa ini?”                                                      

          > Pembantu rumah yang tersentak  dengan jeritan itu berlari      

          keluar. Dia juga beristighfar.                                             

          >  Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis     

          >  tuannya.                                                      

          > Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia  terus    

          mengatakan                                                       

          > ‘Tak tahu… !” “kamu dirumah sepanjang hari, apa  saja yg kau 

          lakukan?”  hardik si isteri lagi.                                         

          > Si anak yang  mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar

          dari kamarnya.                                                     

          > Dengan penuh manja dia berkata “Ita yg membuat itu  abahhh..   

          cantik kan!” katanya sambil                                                 

          > memeluk abahnya ingin  bermanja seperti biasa. Si ayah yang    

          hilang kesabaran mengambil  sebatang ranting kecil dari pohon bunga   

          raya di depannya, terus  dipukulkannya berkali2 kw telapak tangan anaknya. Si anak yang tak  tahu apa-apa  terlolong-lolong kesakitan sekaligus  ketakutan.Puas memukul telapak tangan, si  ayah memukul  pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja,  seolah  merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

          > Pembantu  rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si bapak

          cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri  anaknya.  

          > Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu      

          rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.               

          >  Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil   

          luka2  dan berdarah.                                                      

          > Pembantu rumah memandikan anak kecil itu.  Sambil menyiram air 

          sambil dia ikut menangis. Anak kecil  itu juga terjerit-jerit menahan kesakitan saat  luka2nya itu  terkena air. Si pembantu rumah kemudian          

          menidurkan anak kecil itu.  Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu  rumah.                                               

          > Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak.     

          Pembantu rumah mengadu. “Oleskan obat saja!” jawab  tuannya, bapak si anak.   

          > Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan  anak kecil itu yang

          > menghabiskan  waktu di kamar pembantu.  Si bapak konon mau mengajar anaknya. 

          Tiga hari berlalu, si ayah  tidak pernah menjenguk anaknya sementara si  

          ibu juga begitu tetapi  setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita

          demam…                                                         

          > ” jawap  pembantunya ringkas.                                  

          > “Kasih minum panadol ,” jawab si ibu. Sebelum  si ibu masuk    

          kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat  dilihat anaknya Ita     

          dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lg  pintu kamar            

          pembantunya.                                                     

          > Masuk hari keempat, pembantu rumah  memberitahukan tuannya     

          bahwa suhu badan                                                          

          > Ita terlalu panas.  “Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00

          siap”                                                            

          > kata majikannya  itu.                                          

          > Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik.      

          Doktor mengarahkan ia dirujuk ke hospital kerana keadaannya  serius.  

          Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan  ibu anak    

          itu.                                                             

          > “Tidak ada pilihan..” katanya yang mengusulkan agar  kedua     

          tangan anak itu dipotong kerana gangren yang terjadi sedah  terlalu   

          > parah.                                                         

          > “Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan  nyawanya kedua         

          tangannya perlu dipotong dari siku ke                                          

          >  bawah” kata doktor.                                           

          > Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar  mendengar        

          kata-kata itu.                                                   

          > Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa  yg dapat dikatakan.  

          Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat  hati dan lelehan air  

          mata                                                             

          > isterinya, si bapak terketar-ketar  madandatangani surat       

          persetujuan pembedahan. Keluar dari bilik  pembedahan, selepas obat bius   

          yang suntikkan habis, si  anak menangis kesakitan. Dia juga heran2 melihat    

          > kedua tangannya  berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan 

          ibunya.                                                          

          > Kemudian ke  wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat

          mereka semua  menangis.                                                      

          > Dalam siksaan menahan sakit, si anak  bersuara dalam           

          > linangan air mata.                                             

          > “Abah.. Mama… Ita  tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau 

          ayah  pukul.                                                         

          > Ita  tak mau  jahat. Ita sayang abah.. sayang mama.” katanya berulangkali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.                            

          > “Ita  juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu

          rumah,                                                           

          >  sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris.

          >  “Abah.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil.. Ita janji tdk

          akan mengulanginya                                                  

          > lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan  nanti? Bagaimana Ita mau

          bermain  nanti? Ita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi,” katanya berulang-ulang.                

          > Serasa copot  jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya.      

          Meraung2 dia  sekuat  hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia    

          dapat menahannya.                                                   

                                                                           

          > *”jika  tidak dapat apa yang kita suka…belajarlah utk        

          menyukai apa yang  kita dapat..” *SoMeTiMeS GoOd PeOpLe Do EvIl ThiNgs..     ”